Persoalan gagal panen yang terus dialami petani di Kecamatan Duhiadaa dan Kecamatan Buntulia akibat sedimentasi saluran irigasi mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar di DPRD Kabupaten Pohuwato.
Dalam forum tersebut, Wakil Ketua DPRD Pohuwato memberikan perhatian serius sekaligus menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi petani yang hingga kini belum mendapatkan penanganan maksimal.
Ia mengungkapkan kekecewaannya sebagai wakil rakyat apabila tidak mampu membela dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya para petani.
“Saya merasa menyesal menjadi anggota DPRD ketika tidak mampu membela aspirasi masyarakat. Saya merasa gagal. Untuk apa saya berada di sini jika aspirasi petani tidak bisa diwujudkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dirinya telah turun langsung ke lapangan dan menemukan adanya pekerjaan yang justru menghambat aliran saluran air, sehingga memperparah sedimentasi dan berdampak pada gagal panen.
“Saya sudah turun langsung. Pekerjaan yang ada di lapangan malah menghambat saluran air. Ini harus segera ditindaklanjuti. Alat berat excavator untuk kepentingan petani harus standby, bukan hanya difokuskan untuk mengejar proyek,” tegasnya.
RDP Petani Duhiadaa–Buntulia: Wakil Ketua DPRD Soroti Gagal Panen Akibat Sedimentasi
RAPAT DENGAR PENDAPAT|
15 Feb 2026|
18
Belum ada Pengumuman
RAPAT PARIPURNA DPRD POHUWATO
Rabu, 25 Februari 2026 15:00
Berita Populer
Reses Di Taluditi, Wakil Ketua DPRD Pohuwato Serap Aspirasi Infrastruktur Taluditi
15 Feb 2026
Reses Suprapto Monoarfa Jadi Angin Segar bagi TPQ Siduan, Pendanaan Dijamin Masuk Pokir
15 Feb 2026
RDP Petani Duhiadaa–Buntulia: Wakil Ketua DPRD Soroti Gagal Panen Akibat Sedimentasi
15 Feb 2026
Komisi II DPRD Pohuwato Bahas PJU dan PJJ demi Layanan Penerangan Maksimal
15 Feb 2026
Komisi II DPRD Pohuwato Gelar RDP Bahas Kelangkaan BBM Subsidi
15 Feb 2026