img header

Berita

Nasir Giasi Tegaskan Marisa Bukan Sekadar Ibu Kota, UMKM hingga SPBU Jadi Sorotan Reses

Nasir Giasi Tegaskan Marisa Bukan Sekadar Ibu Kota, UMKM hingga SPBU Jadi Sorotan Reses

MASA RESES DPRD| 16 Feb 2026| 13

Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Nasir Giasi, menyerap berbagai aspirasi strategis masyarakat saat menggelar Reses Masa Persidangan Kedua Tahun Kedua Masa Jabatan 2024–2029, yang berlangsung di Sekretariat DPD II Partai Golkar Pohuwato, Sabtu malam (7/2/2026).

Reses yang dihadiri ratusan konstituen tersebut berlangsung hangat dan penuh antusias. Dalam dialog terbuka bersama warga, Nasir menegaskan arah pembangunan Marisa sebagai pusat ibu kota tidak lagi semata berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai sentra ekonomi dan jasa dalam perencanaan jangka panjang 25 tahun ke depan.

“Marisa sudah kita sepakati bersama dalam dokumen RTRW sebagai pusat ibu kota. Artinya, Marisa bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga pusat ekonomi, pusat jasa, dan pusat aktivitas masyarakat,” ujar Nasir.

Menurutnya, isu UMKM menjadi perhatian utama DPRD dan pemerintah daerah. Penataan pelaku UMKM dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi sejalan dengan penjagaan estetika kota.

“Pemerintah daerah dan DPRD senantiasa menyiapkan fasilitas dan ruang bagi UMKM, dengan catatan ditata secara baik agar wajah ibu kota tetap tertib dan indah,” tegasnya.

Selain UMKM, Nasir juga menyoroti pesatnya perkembangan Marisa, termasuk meningkatnya kebutuhan hunian seperti rumah kos, serta persoalan klasik banjir yang hingga kini masih dirasakan sejumlah wilayah.

“Alhamdulillah, penanganan banjir dari hulu ke hilir sudah dilakukan pemerintah daerah pada tahun 2025. Namun masih ada desa seperti Teratai dan Palopo yang setiap musim hujan belum mendapatkan solusi permanen. Ini menjadi tugas kami di Komisi III,” jelasnya.

Persoalan pelayanan SPBU juga mencuat dalam reses tersebut. Nasir menyampaikan aspirasi warga Desa Palopo dan Marisa Selatan yang menilai keberadaan satu SPBU di ibu kota sudah tidak memadai.

“Dengan pertumbuhan yang pesat, satu SPBU jelas tidak cukup. Masyarakat mendorong agar SPBU di Desa Teratai, yang berada di pintu gerbang Marisa, bisa segera beroperasi. Ini akan mengurai antrean dan kesemrawutan di SPBU Buntulia,” ungkap Nasir.

Ia memastikan akan segera mengoordinasikan percepatan operasional SPBU tersebut, mengingat keberadaannya sangat krusial bagi pelayanan masyarakat dan distribusi energi di ibu kota kabupaten.

Reses tersebut ditutup dengan komitmen Nasir Giasi untuk mengawal seluruh aspirasi yang disampaikan warga agar dapat diperjuangkan melalui kebijakan dan program nyata di DPRD Pohuwato.