img header

Berita

Reses di Kampung Kelahiran, Iwan Abay Dengar Langsung Jeritan Nelayan dan Petani

Reses di Kampung Kelahiran, Iwan Abay Dengar Langsung Jeritan Nelayan dan Petani

MASA RESES DPRD| 16 Feb 2026| 21

Desa Bulili, Kecamatan Duhiadaa, mendadak lebih ramai dari biasanya pada Senin (9/2/2026). Ratusan warga tumpah ruah memadati lokasi reses Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pohuwato, Iwan Abay. Bukan tanpa alasan, reses masa persidangan kedua tahun kedua itu digelar di kampung kelahiran legislator Partai Demokrat tersebut.

Suasana kian istimewa karena reses Iwan Abay turut dihadiri dua pimpinan wilayah sekaligus, yakni Camat Duhiadaa dan Camat Patilanggio. Kehadiran keduanya, ditambah antusiasme masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Duhiadaa–Patilanggio, membuat agenda reses itu berlangsung hangat dan penuh dinamika.

Dalam dialog terbuka bersama warga, beragam aspirasi pun mencuat. Nelayan menyampaikan kegelisahan soal hasil tangkapan dan harga jual, petani mengeluhkan keterbatasan dukungan sektor pertanian, sementara para pedagang dan pelaku UMKM berharap adanya perhatian serius untuk keberlangsungan usaha mereka. Aspirasi tersebut mencerminkan denyut kehidupan masyarakat Bulili, yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor nelayan, pertanian, dan perdagangan.

Menanggapi hal itu, Iwan Abay tidak menutup mata terhadap kondisi keuangan daerah yang saat ini masih berada dalam fase efisiensi anggaran. Ia mengakui, tidak semua aspirasi dapat langsung terakomodasi. Namun, bagi Ketua Partai Demokrat Pohuwato tersebut, efisiensi bukan alasan untuk berhenti berjuang.

“Berbagai aspirasi mulai dari nelayan, pertanian hingga UMKM sudah kita dengar bersama. Kita semua tahu kondisi daerah masih efisiensi, tapi ini bukan alasan. Bukan berarti kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk kepentingan masyarakat,” tegas Iwan Abay di hadapan warga.

Menurutnya, di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah dan wakil rakyat dituntut untuk lebih kreatif dan solutif dalam mencari jalan keluar. Sebagai Ketua KTNA Pohuwato, Iwan Abay mencontohkan sektor perikanan sebagai salah satu peluang yang bisa dioptimalkan.

“Misalnya bagi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, kita bisa memperkuat kelompoknya. Bagaimana mereka punya produksi yang jelas, lalu hasil produksi itu bisa diserap oleh pedagang pengepul dengan harga yang lebih baik. Walaupun selisihnya tidak terlalu besar, tapi kalau harganya bagus, itu sudah sangat membantu,” tandasnya.

Reses di Desa Bulili itu pun menjadi ruang temu antara harapan warga dan komitmen wakil rakyat. Di kampung halamannya sendiri, Iwan Abay menegaskan tekad untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, sekalipun harus berjalan di tengah keterbatasan.