img header

Berita

Refleksi 23 Tahun Pohuwato, Syarif Mbuinga Tekankan Investasi untuk Rakyat

Refleksi 23 Tahun Pohuwato, Syarif Mbuinga Tekankan Investasi untuk Rakyat

RAPAT PARIPURNA| 25 Feb 2026| 13

Momentum Rapat Paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Pohuwato, Selasa (25/2/2026), menjadi panggung refleksi sekaligus seruan tegas dari anggota DPD RI, Syarif Mbuinga.

Di hadapan Gubernur, Bupati, Ketua DPRD, serta para pemangku kepentingan, mantan Bupati Pohuwato dua periode itu menitipkan pesan mendalam tentang arah masa depan daerah yang genap berusia 23 tahun sejak berdiri pada 25 Februari 2003.

“Saya gunakan kesempatan singkat ini untuk kembali mengingatkan, dua puluh tiga tahun Pohuwato dibentuk dan diperjuangkan. Gol terakhirnya adalah kesejahteraan rakyat dan Pohuwato,” tegasnya dari atas podium.

Menurutnya, kesejahteraan rakyat tidak bisa dilepaskan dari keberanian daerah membuka diri terhadap investasi. Ia bahkan mengibaratkan perlunya “karpet merah” bagi para investor yang ingin menanamkan modal di Pohuwato.

“Kita sediakan karpet merah untuk investasi. Karena kita yakin dan percaya, investasi muaranya akan memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Namun, Syarif juga mengingatkan bahwa investasi bukanlah ruang untuk menciptakan “predator” ekonomi ataupun praktik neokolonialisme di daerah. Ia menegaskan, investasi harus berpihak pada rakyat dan memberikan manfaat nyata.

“Investasi bukan untuk menciptakan predator di daerah ini. Bukan untuk neokolonialisme. Investasi untuk kesejahteraan rakyat,” tandasnya.

Dalam refleksinya, ia mengibaratkan kondisi Pohuwato saat ini seperti seseorang yang sedang mengangkat beban melebihi kapasitas. Beban pembangunan dan dinamika daerah dinilai sudah terlalu berat jika hanya dipikul oleh segelintir pihak.

“Kalau ibarat orang mengangkat beban, sudah over capacity. Bebannya terlalu berat. Maka sepantasnya kita semua ikut memikul beban itu, bukan menjadi trouble maker, tapi menjadi bagian dari problem solving,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar perdebatan berkepanjangan soal aspek negatif investasi tidak lagi menjadi penghambat kemajuan. Baginya, diskursus yang tidak produktif hanya akan memperlambat langkah menuju kesejahteraan.

Mengapresiasi satu tahun pemerintahan pasangan SIAP, Syarif berharap berbagai angka dan target pembangunan yang telah dipaparkan segera direalisasikan demi percepatan kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini kita bicara angka-angka besar. Harapan saya, ini segera direalisasikan,” pungkasnya.

Rapat paripurna tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum evaluasi dan konsolidasi bersama untuk memastikan Pohuwato terus bergerak menuju cita-cita awal pembentukannya: kesejahteraan bagi seluruh rakyat.